mengapa baru kini ku sadari bahwa Allah selalu ada dan dekat dengan hambaNya?
mengapa baru sekarang aku merasa bahwa semua cinta yang kuberikan pada tiap Makhluk selain keluargaku adalah salah? (maksudnya asmara)
mengapa baru saat ini aku merasa diriku berada di bawah pohon yang rindang, melihat lingkungan yang bersih.
dan mengapa pula baru kali ini, aku menyerahkan semuanya pada Allah SWT.
sungguh merugi diriku selama tujuh belas tahun ini, sungguh tiada gunanya aku berangkat ke sekolah, belajar jika semua itu tak pernah di dasari dengan Iman dan Taqwa serta Cinta pada Allah SWT.
aku tidak sedang berkhotbah atau menasehati siapa saja yang sedang melihat blog ini. namun jika kamu tertarik, kamu boleh membacanya.
awalnya aku selalu merasa bahwa diriku ada pemegang nasib. aku selalu memprediksikan sebab dan akibat yang akan terjadi pada diriku.
selama enam belas tahu hidupku selalu di jejali dengan kesuksesan yang membanggakan tapi cukup menyesakkan setelah aku sadari.
bukannya aku tak pernah beribadah. aku sholat dan mengaji seperti kebanyakan muslim.
tapi tiap kali aku melakukan itu, aku merasa itu hanya untuk menebus kewajiban. dan aku memang benar-benar tidak mendapatkan apapun. tiap kali aku berangkat sekolah, niatku hanya ada dua. mencari ilmu untuk mendapatkan kedudukan dan harta, yang kedua, bisa melihat seseorang yang sedang aku cintai. tiap kali aku melihat seseorang yang aku cintai, dadaku membuncah, seolah semua kata-kata puitis ingin keluar dan menabraknya hingga dia tahu bahwa aku mencintainya. dan aku memang hanya mendapatkan apa yang aku pikirkan saja. tidak lebih.
namun, sepandai-pandainya tupai melompat pasti kan jatuh jua.
peribahasa itu menerjangku begitu aku mendapat masalah yang cukup besar. pertama masalah itu membuatku santai karena aku memprediksikan akibatnya. dan tak lupa, aku juga menyusun strategi untuk menyelesaikan itu. tapi kawan, setahun rasanya cukup membuatku bosan, jenuh, marah, sedih dan aku merasa hancur ketika semua pikiranku mulai tidak berguna untuk mengatasi itu.
aku hanya bisa diam dalam kebisuan, menangis dalam kesedihan dan menutup mata dalam kegelapan.
hingga puncak permasalahan pun datang. hampir2 aku bunuh diri. kumasukkan beberapa pil ke mulutku. aku pun ambruk. waktu itu, entah harus senang atau sedih, pil itu seketika tidak berfungsi. dan aku masih hidup hingga kini.
ku kira, aku aka hancur begitu puncaknya tiba. tapi tidak kawan. yang ku pikirkan akan berbahaya justru sebaliknya. dan masalahku seketika selesai tidak ada kurung waktu satu hari. saking shoknya, aku lunglai lemas. sepuluh hari aku merasa hilang ingatan. setelah kembali ke sekolah, aku melihat orang yang ku cintai mencintai orang lain. dan aku sakit hati.
sampai pada suatu hari, datanglah kesejukan itu diantara sholat malamku, bahwa cintailah Allah, karena Dia yang lebih pantas di cintai. apakah orang yang kau cintai itu yang memberimu solusi? apakah dia membuatmu bahagia? apakah dia yang menyeretmu ke surga?
dan sejak malam itu, aku relakan seluruh hidupku untuk menyembha Allah dan mencurahkan cintaku hanya kepadaNya.
begitulah sepenggal kisah ini. sesungguhnya ini adalah kisah nyata. dan kesembuhanku juga sangat nyata. semoga bermanfaat.........
Mengenai Saya
Kamis, 15 Juli 2010
hatiku sejuk
Minggu, 11 Juli 2010
curhat
ini adalah pengakuan sekaligus curhatku pada semua orang yang peduli denganku.
tanggal 12, aku resmi menjadi siwi kelas tiga. dan aku sudah merancang beberapa tindakan dan sikap yang harus aku jalani untuk menempuh hidup baru. aku rasa semua sudah beres. tidak ada yang tertinggal sedikitpun. hanya saja, ada yang lain di kelas tigaku kali ini. aku harus menanggung beban yang ku buat sendiri. dan tak mungkin aku menjilat sumpah itu.
tanggal 6 juli 2010, aku memberi tahu salah satu rencanaku pada seseorang. aku bilang ke dia untuk jangan menghubungi aku lagi. dan kita harus berubah. dengan kesepakatan, dia tak boleh mengenalku lagi dan begitu pula sebaliknya.semual dia berintak dan mendesakku untuk meberitahu, mengapa aku demikian. tapi aku tidak mau. sampai akhirnya dia diam juga.
tanggal 8, aku benar-benar menjalankan aksiku untuk tidak memperdulikan dia. tapi entah mengapa, tiap hari selalu ada air mata yang menetes untuk dirinya. bahkan aku sempat gemetaranketika melihat dia. bukan karena aku senang. tapi karena sakit hati. sakit hati karena tidak mungkin aku bisa menjadi miliknya
jujur, aku menghindari dia karena satu alasan. aku mencintai dia. tapi aku sadar, dia tak mungkin mencintai aku. karena aku hanya punya modal kepandaian.tidak lebih dari itu. dan dia tidak mencari itu. entah apa yang di cari, aku tidak tahu dan tak mau tahu.
sebenarnya aku kesal dengannya. karena semua omonganku tak pernah menyentuh dirinya. dan dia tak pernah sadar kalau aku mencintainya. aku pun menangis, menangis sejadinya. aku merasa begitu sakit hati.. sangat sakit hati.....
tapi aku tak bisa berbuat apapun....
dia jauh dariku. dan dia sudah mencintai gadis lain. tentunya bukan aku. belu lagi mantannya yang masih suka dengannya, teman sekamarku yang diam-diam mencintai dia juga. dan satu anak kamarku yang suka padanya dan pernah dia cintai juga.
dan itu sudah cukup membuatku terluka. dan aku tak mau terluka lebih dalam. aku hanya ingin dia merasa, kalau aku mencintai dia. sangat!!
hatiku pilu bagai di gempur palu
kau tak mungkin sadar,
tiap hari kuimpikan dirimu
kau tak mungkin sadar
ku selalu menantimu dan berharap
kau akan melongok sedikit ke dalam lubuk hatiku
kau tak mungkin sadar
tiap hari hatiku pilu, sedih tak beraturan
karena sikapmu yang dingin
dan seolah-olah kau paling benar
dan kau tak mungkin sadar,
rasa cinta yang ku pendam begitu besar
dan membuatku merasa susah tuk melupakan dirimu
yang nyata-nyata...
tak mungkin mencintaiku meski langit berubah menjadi bumi
Rabu, 26 Mei 2010
pengakuan
sebelum ku tulis cerita ini, Ibu
aku sudah bisa membayangkan betapa marahnya dirimu. terlebih ayah. tapi aku melakukan semua ini tidak lepas dari rasa kesalku pada Ayah dan Ibu yang aku kira lebih miripseorang guru yang marah pada anak didikny, bukan sebagai orang tua yang bisa menasehati anaknya dan menyayangi anaknya.
ini adalah sekelumit kisah, tiap hari aku merasa sesak, bahkan dua hari yang lalu aku meminum obat tidur untuk penenang, aku juga mulai insomnia, aku tambah brutal, nakaltapi aku sadar itu salah. aku hanya ingin perhatian. kalau memang tak ada perhatian,bilang saja kalau tidak siap memberikanku pengertian dan perhatian...
aku menggelapkan uang SPP, semuanya karena aku kesal tiap akan membayar. selalu terbayang wajah Ayah yang tak pernah tersenyum. aku juga kadang bolos ikut kegiatan asrama, karena aku merasa capek, masuk atau tidaknya diriku. sama saja tidak akan mendapatkan perhatian dari kalian semua. maka aku melakukan apapu yang tidak dilakukan anak lain. aku marah dengan kalian yang tidak memberikan ku perhatian, aku kesal dan aku muak. maafkan aku jika pilihanku ini salah... maafkan aku....
Jumat, 21 Mei 2010
di tengah pesta
saat semua begitu ramai karena pesta
kami tertatih untuk bangkit dari kesengsaraan
dan mulai berjalan di sebuah jalan penuh batu tanpa ada penerangan
tapi tak ada yang mau peduli
semua memangdang kami bak orang gila
yang hendak menghancurkan suasana.
lalu dengan cuek mereka berjoget ria, saling tawa memecah cakrawala
dan sekali lagi,
mereka tidak memperdulikan kami yang butuh bantuan
saatnya di tengah pesta itu, salah satu dari kami terjatuh
menabrak seseorang
dan apa??
mereka memaki kami, mengolok kami bahkan menendang kami
yang kian butuh pertolongan
mereka hanya bicara, mereka hanya menyalahkan
tanpa ada bantuan dan dukungan
sampai pada akhirnya, kami beridi dan pergi
jauh dari pesta menyesatkan itu
catatan harianku
minggu ini adalah minggu sibuk bagiku dan bagi kelasku. kabanyakan dari kami menyelesaikan tugas yang diulu belum terselesaikan. memang sih, ada di antara kami yang tidak mengurus, bahkan tetap melaksanakan hobbynya untuk membolos. tapi aku tidak. aku tetap menyemangati mereka untuk melakukan kegiatan yang lebih baik untuk pembelajaran. tapi teman, kalioan tahu, usaha kami itu harus di balas dengan kepahitan dan tuduhan oleh beberapa dari guru kami.
ceritanya singkat, tapi begitu menusuk. terutama aku, karena aku sebagai ketua kelas dan sebagai bagian dari mereka.
waktu itu pelajaran berlangsung, tapi ada guru yang mengkritik kami karena tugas akhir kami belum selesai. dan kami di bandingkan dengan kelas sebelah, saudara kami sendiri. guru yang selama ini kami junjung itu mengatakan kami ber genk dan tidak peduli pada lingkungan, tidak mau membaur pada kelas sebelah. padahal apa? setiap ada tugas, aku lah yang membantu mereka, akulah yang selalu menjadi tempat tanya mereka. tapi guru yang tidak tahu apa-apa itu mengatakan kami EGOIS. aku harap, setelah beliau lihat tulisan ini, beliau akan mengkroscek ucapannya.
yang kedua, ini lebih parah. bahasannya sama, beliau menuduh kami tak pernah berinteraksi, tak pernah mau peduli dan selalu membolos. aku akui, ada beberapa anak yang dulu hobby melakukan itu, tapi mereka sudah tobat. mereka tak pernah membolos lagi. dan mereka sudah melakukan hal yang jauh lebih baik. wajar saja lah mereka kan masih belum menemukan jati diri? dan kesadaran itu sulit mendapatkannya. memang guru itu tidak pernah muda??
jelas saja aku marah, kami selalu tertuduh dan di bandingkan dengan kelas sebelah. guru itu begitu ceria mengajar di kelas sebelah, tapi begitu masuk di kelas kami, yang ada hanya bara api dan dendam. aku sendiri sempat menangis tersedu-sedu dua hari penuh. rasannya sakit saat fitnah itu melanda. dan aku menangisi teman-teman yang sudah menjadi baik. aku takut akan kehilangan semangat mereka yang sekarang. kalau aku boleh berkata, dua guru itu tidak tahu bagaimana caranya mendidik anak. mereka lupa, bahwa anak jaman sekarang berbeda dengan anak di zaman mereka. semoga dengan tulisan ini, mereka bisa sedikit sadar, setidaknya aku di panggil dan di mintai informasi.......
karena selama ini kami bangkit sendiri tanpa ada bantuan dari siapapun. bukan juga wali kelas kami yang sibuk.
Sabtu, 10 April 2010
Cintaku
Biarkan cinta hanya menjadi pajangan dalam hatiku
Yang tak pernah tersentuh oleh siapapun
Biarkan cinta hanya menjadi hiasan
Yang hanya bisa dilihat tanpa bisa memegangnya
Dan
Biarkan cinta hanya menjadi simpanan
Agar tiada satupun yang bisa memilikinya
Tak akan pernah ada ketenangan yang kudus
Jika cintaku beralih pada seorang pendusta
Tak akan pernah ada kedamaian
Jika aku terus mengejarnya dengan angan-angan
Yang melibatkan cintaku yang tulus
Biarlah….. biarlah…..
Akan kujaga cinta ini…
Dan tak ada satupun yang bisa menodainya
Tidak juga dirinya, diriku dan dirimu
Meski kadang aku ingin dimikili salah satunya

